Peringkatnya tinggi, tetapi nilai yang tinggal di dalam negeri tidak setinggi itu. Selisih keduanya menjelaskan banyak hal tentang cara lada Indonesia dijual.

Pertanyaan ini muncul hampir setiap kali ada calon pembeli baru. Jawabannya perlu dipisah dua, karena peringkat sebagai penghasil dan peringkat sebagai pengekspor tidak selalu sama, dan yang menentukan harga justru yang kedua.
Peringkat sebagai penghasil
Untuk lada putih, Indonesia berada di papan paling atas dunia. Sentra utamanya di Kepulauan Bangka Belitung, dan hasilnya dikenal di pasar internasional dengan nama Muntok white pepper, mengikuti nama pelabuhan tempat lada itu dulu dikapalkan.
Nama itu ada nilainya di pasar. Di bursa komoditas, Muntok white pepper diperdagangkan sebagai jenis tersendiri dengan patokan harga sendiri, terpisah dari lada putih Vietnam. Sedikit sekali komoditas Indonesia yang punya posisi seperti ini.
Peringkat sebagai pengekspor
Di sini ceritanya berubah. Untuk lada secara keseluruhan, Vietnam berada jauh di depan, dan Indonesia bergantian di posisi kedua atau ketiga tergantung sumber data dan tahun yang dipakai. Organisasi Pangan dan Pertanian menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Vietnam.
Turunnya peringkat dari penghasil ke pengekspor terjadi karena sebagian hasil panen berpindah negara dulu sebelum sampai ke pembeli akhir. Data ekspor Bangka Belitung menunjukkan pola itu dengan jelas: tujuan terbesarnya adalah Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Apa artinya Vietnam dan Singapura ada di daftar itu
Vietnam adalah pesaing terbesar Indonesia di lada. Ketika Vietnam juga menjadi pembeli terbesar lada Indonesia, yang terjadi bukan perdagangan biasa. Lada itu dicampur, disortir ulang, lalu dijual kembali ke pembeli akhir dengan bendera lain.
Singapura bekerja dengan cara berbeda tetapi berakibat sama. Ia adalah pusat perdagangan, bukan pemakai. Lada yang masuk ke sana sebagian besar diteruskan lagi.
- Peringkat sebagai penghasil menentukan seberapa banyak barang yang Anda punya.
- Peringkat sebagai pengekspor menentukan seberapa besar harga yang Anda kendalikan.
- Selisih di antara keduanya adalah nilai yang diambil pihak lain di tengah jalan.
Yang bisa dilakukan penjual
Menjual langsung ke pemakai akhir memang lebih lambat. Pembeli industri meminta mutu yang konsisten, hasil uji, dan pasokan yang bisa diandalkan sepanjang tahun. Tiga hal itu lebih berat daripada menjual ke pedagang perantara yang menerima apa adanya.
Tetapi selisih harganya nyata, dan sekali hubungan itu terbentuk, pesanannya berulang. Bagi produsen yang volumenya belum besar, jalan tengahnya adalah mengumpulkan volume bersama produsen lain agar bisa memenuhi permintaan pembeli industri.
Cara membaca angka peringkat
Satu hal yang perlu diwaspadai: peringkat lada putih dan peringkat lada secara keseluruhan sering tertukar dalam pemberitaan. Angkanya berbeda jauh, dan sebagian sumber juga mencampur data produksi dengan data ekspor.
Bila Anda memakai angka ini untuk bahan penawaran atau presentasi, sebutkan tahun dan sumbernya. Pembeli yang serius akan memeriksa, dan angka tanpa sumber justru menurunkan kepercayaan.