Perusahaan dagang ekspor dan impor komoditas Indonesia Sejak 2022 export@dwimexindo.comEN English
Imexindo Dua BersaudaraExport & Import Trading Minta penawaran
KomoditasEksporImporCara KerjaWawasanTentang Hubungi kami Minta penawaran EN English

Pasar

Indonesia produsen lada putih nomor berapa di dunia

20 Agustus 20266 menitDitulis tim IDB

Peringkatnya tinggi, tetapi nilai yang tinggal di dalam negeri tidak setinggi itu. Selisih keduanya menjelaskan banyak hal tentang cara lada Indonesia dijual.

Lada putih Muntok siap ekspor
Lada putih Muntok siap ekspor

Pertanyaan ini muncul hampir setiap kali ada calon pembeli baru. Jawabannya perlu dipisah dua, karena peringkat sebagai penghasil dan peringkat sebagai pengekspor tidak selalu sama, dan yang menentukan harga justru yang kedua.

Peringkat sebagai penghasil

Untuk lada putih, Indonesia berada di papan paling atas dunia. Sentra utamanya di Kepulauan Bangka Belitung, dan hasilnya dikenal di pasar internasional dengan nama Muntok white pepper, mengikuti nama pelabuhan tempat lada itu dulu dikapalkan.

Nama itu ada nilainya di pasar. Di bursa komoditas, Muntok white pepper diperdagangkan sebagai jenis tersendiri dengan patokan harga sendiri, terpisah dari lada putih Vietnam. Sedikit sekali komoditas Indonesia yang punya posisi seperti ini.

Peringkat sebagai pengekspor

Di sini ceritanya berubah. Untuk lada secara keseluruhan, Vietnam berada jauh di depan, dan Indonesia bergantian di posisi kedua atau ketiga tergantung sumber data dan tahun yang dipakai. Organisasi Pangan dan Pertanian menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Vietnam.

Turunnya peringkat dari penghasil ke pengekspor terjadi karena sebagian hasil panen berpindah negara dulu sebelum sampai ke pembeli akhir. Data ekspor Bangka Belitung menunjukkan pola itu dengan jelas: tujuan terbesarnya adalah Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.

Apa artinya Vietnam dan Singapura ada di daftar itu

Vietnam adalah pesaing terbesar Indonesia di lada. Ketika Vietnam juga menjadi pembeli terbesar lada Indonesia, yang terjadi bukan perdagangan biasa. Lada itu dicampur, disortir ulang, lalu dijual kembali ke pembeli akhir dengan bendera lain.

Singapura bekerja dengan cara berbeda tetapi berakibat sama. Ia adalah pusat perdagangan, bukan pemakai. Lada yang masuk ke sana sebagian besar diteruskan lagi.

  • Peringkat sebagai penghasil menentukan seberapa banyak barang yang Anda punya.
  • Peringkat sebagai pengekspor menentukan seberapa besar harga yang Anda kendalikan.
  • Selisih di antara keduanya adalah nilai yang diambil pihak lain di tengah jalan.

Yang bisa dilakukan penjual

Menjual langsung ke pemakai akhir memang lebih lambat. Pembeli industri meminta mutu yang konsisten, hasil uji, dan pasokan yang bisa diandalkan sepanjang tahun. Tiga hal itu lebih berat daripada menjual ke pedagang perantara yang menerima apa adanya.

Tetapi selisih harganya nyata, dan sekali hubungan itu terbentuk, pesanannya berulang. Bagi produsen yang volumenya belum besar, jalan tengahnya adalah mengumpulkan volume bersama produsen lain agar bisa memenuhi permintaan pembeli industri.

Cara membaca angka peringkat

Satu hal yang perlu diwaspadai: peringkat lada putih dan peringkat lada secara keseluruhan sering tertukar dalam pemberitaan. Angkanya berbeda jauh, dan sebagian sumber juga mencampur data produksi dengan data ekspor.

Bila Anda memakai angka ini untuk bahan penawaran atau presentasi, sebutkan tahun dan sumbernya. Pembeli yang serius akan memeriksa, dan angka tanpa sumber justru menurunkan kepercayaan.

Mulai sekarang

Sebutkan barangnya,
kami cek jalurnya

Tiga hal saja pada pesan pertama: barangnya apa, kira kira berapa banyak, dan negara asal atau tujuannya. Balasan dikirim pada hari kerja yang sama.

PDFCompany profileProfil perusahaan dan daftar komoditas WAWhatsApp tim dagangUntuk pertanyaan singkat

Data Anda hanya dipakai untuk menghubungi balik dan tidak dibagikan ke pihak ketiga.

Hubungi lewat WhatsApp
WhatsApp