Satu kontainer 20 kaki biasanya berisi 11 sampai 20 ton rempah atau kopi, tetapi hanya sekitar 4 ton kapuk. Begini cara menghitung barang yang perlu Anda kumpulkan.

Jawaban singkatnya: kontainer 20 kaki punya batas berat sekitar 28 ton, tetapi barang dagangan jarang sampai ke angka itu. Untuk kopi, lada, atau kunyit dalam karung, satu kontainer 20 kaki biasanya berisi sekitar 18 ton. Untuk barang ringan seperti kapuk, kontainer sudah penuh di sekitar 4 ton. Jadi pertanyaan "1 kontainer berapa ton" selalu bergantung pada barangnya.
Bagi pemilik barang yang baru mau ekspor, angka ini penting karena menentukan seberapa banyak yang harus dikumpulkan dulu. Petani kopi yang punya 5 ton, misalnya, perlu tahu bahwa itu belum sampai sepertiga kontainer. Artikel ini membantu Anda menghitungnya, mengumpulkan barang dari beberapa sumber tanpa merusak mutu, dan memilih langkah kalau jumlahnya belum cukup.
Kenapa kontainer jarang terisi sampai 28 ton
Setiap kontainer punya dua batas sekaligus: ruang dan berat. Kontainer 20 kaki punya ruang sekitar 33 meter kubik dengan batas berat sekitar 28 ton. Barang berhenti dimuat begitu salah satu batas tercapai, mana pun yang lebih dulu.
Karung, bal, dan drum memakan ruang. Di antara karung selalu ada celah, dan sebagian ruang di atas tumpukan tidak bisa dipakai. Akibatnya, kebanyakan komoditas sudah memenuhi ruang kontainer jauh sebelum beratnya mendekati 28 ton. Penjelasan lebih teknis, termasuk contoh hitungan per karung, ada di artikel menghitung muatan satu kontainer.
Perkiraan isi satu kontainer 20 kaki per komoditas
Angka berikut adalah perkiraan muatan yang kami pakai di halaman komoditas IDB. Anggap sebagai patokan awal, karena hasil akhirnya tetap bergantung pada kemasan dan cara penyusunan:
- Jahe: sekitar 20 ton, dalam karung jaring atau karton.
- Kopi: sekitar 18 ton dalam karung goni 60 kg, atau kira-kira 300 karung.
- Lada putih, lada hitam, dan kunyit: sekitar 18 ton.
- Briket arang kelapa dan minyak kelapa: sekitar 18 ton.
- Biji kakao dan kemiri: sekitar 17 ton.
- Cengkeh: sekitar 16 ton dalam karung 50 kg, atau kira-kira 320 karung.
- Pala: sekitar 15 ton. Minyak nilam dalam drum 180 kg: sekitar 14 ton.
- Kayu manis: sekitar 12 ton. Kapulaga dan serbuk sabut kelapa: sekitar 11 ton.
- Rumput laut kering: sekitar 7 ton. Sabut kelapa: sekitar 5 ton. Kapuk: sekitar 4 ton dalam bal press 100 kg.
Ada juga barang yang memang tidak dikirim per kontainer penuh. Vanili, misalnya, bernilai tinggi dan biasanya dikirim lewat muatan gabungan atau kargo udara. Jadi kalau barang Anda vanili, jumlah kecil bukan masalah.
Bagaimana dengan kontainer 40 kaki?
Kontainer 40 kaki punya ruang sekitar 67,5 meter kubik, kira-kira dua kali kontainer 20 kaki. Batas beratnya hanya sedikit lebih tinggi, sekitar 28,5 ton. Ada juga versi yang lebih tinggi dengan ruang sekitar 76 meter kubik.
Artinya, kontainer 40 kaki menguntungkan untuk barang ringan yang cepat memenuhi ruang, seperti kapuk dan sabut kelapa. Untuk barang padat seperti cengkeh atau kopi, kontainer 40 kaki akan lebih dulu menyentuh batas berat, jadi tambahan isinya tidak sebesar tambahan ruangnya. Lagi pula, bagi pemilik barang yang baru mulai, mengumpulkan barang untuk satu kontainer 20 kaki saja sudah pekerjaan besar.
Mengumpulkan barang dari beberapa petani atau pengepul
Jarang ada satu petani yang punya 16 ton cengkeh sekaligus. Biasanya barang dikumpulkan dari beberapa kebun, kelompok tani, atau pengepul. Di tahap inilah banyak kiriman pertama bermasalah, karena barang yang digabung ternyata tidak seragam. Pembeli luar negeri menilai satu kontainer sebagai satu barang. Kalau separuh karung kering dan separuhnya masih lembap, yang dinilai adalah yang terburuk.
Beberapa kebiasaan yang membantu:
- Sepakati patokan mutu sebelum barang diterima, bukan sesudah ditumpuk. Untuk cengkeh, kadar air yang kami cantumkan maksimal 12 persen, karena di atas itu cengkeh mudah berjamur selama pelayaran.
- Simpan contoh kecil dari setiap pemasok, beri catatan asal dan tanggal terima. Kalau nanti ada masalah, Anda tahu asalnya dari mana.
- Sortir dan keringkan ulang sebelum digabung. Memisahkan barang yang kurang bagus setelah semuanya bercampur jauh lebih sulit.
- Pakai kemasan yang seragam, misalnya karung dengan ukuran dan berat yang sama. Selain lebih rapi saat dimuat, hitungan jumlah karung per kontainer jadi mudah.
- Catat berat setiap kali barang masuk gudang, sehingga Anda selalu tahu sudah berapa persen dari satu kontainer yang terkumpul.
Contoh sederhana: seorang pengepul kopi di Sumatera menargetkan satu kontainer 20 kaki, sekitar 300 karung goni 60 kg. Dari tiga kelompok tani, ia baru mendapat 180 karung. Dengan catatan berat yang rapi, ia tahu masih butuh sekitar 120 karung lagi, dan bisa memperkirakan berapa minggu panen lagi sampai kontainer terisi.
Kalau barang Anda belum cukup satu kontainer
Belum cukup bukan berarti tidak bisa ekspor. Ada beberapa jalan yang biasa ditempuh:
- Muatan gabungan. Barang Anda berbagi kontainer dengan barang pengirim lain. Biaya per kilogramnya lebih tinggi, tetapi Anda tidak perlu menunggu sampai jumlahnya penuh.
- Kumpulkan bertahap sambil menjaga mutu. Simpan barang di tempat kering dan beralas palet, karena barang yang menunggu terlalu lama di gudang lembap bisa turun mutunya sebelum sempat dimuat.
- Mulai dari sampel. Selama barang dikumpulkan, contoh barang bisa lebih dulu dinilai, sehingga ketika kontainer terisi, pembicaraan dengan pembeli sudah berjalan.
Yang penting, sebutkan jumlah yang sebenarnya ada. Di IDB, kelayakan volume termasuk hal yang diperiksa sejak awal. Kalau jumlahnya belum memenuhi satu kontainer dan biaya per kilogram jadi lebih tinggi, hal itu kami sampaikan di depan, bukan setelah barang berangkat.
Pertanyaan yang sering muncul
1 kontainer 20 feet berapa ton? Batas beratnya sekitar 28 ton, tetapi isi nyatanya bergantung pada barang. Untuk kebanyakan rempah dan kopi dalam karung, sekitar 15 sampai 18 ton.
1 kontainer kopi berapa ton? Sekitar 18 ton untuk kontainer 20 kaki, dengan karung goni 60 kg.
Apakah saya harus punya satu kontainer penuh untuk mulai ekspor? Tidak harus. Muatan gabungan bisa dipakai untuk kiriman pertama, walau biayanya per kilogram lebih tinggi.
Ceritakan jumlah yang Anda punya
IDB bisa membantu Anda menjual barang ke luar negeri, baik dengan membeli barang Anda langsung maupun dengan mengirimkannya atas nama IDB, jadi Anda tidak perlu mengurus izin ekspor sendiri. Sebutkan jenis barang, jumlah yang sudah terkumpul, perkiraan tambahan per bulan, dan lokasi barangnya lewat WhatsApp 081776744062 atau formulir di halaman ekspor lewat IDB. Dari situ kami bisa menghitung apakah barang Anda sudah cukup untuk satu kontainer, dan jalur mana yang paling masuk akal.