HS code cengkeh utuh ada di subpos 0907.10, cengkeh bubuk di 0907.20. Begini cara pemilik barang membaca kode rempah dan memastikan pos tarif sebelum ekspor.

Jawaban singkatnya: cengkeh masuk pos HS 0907. Cengkeh utuh, termasuk bunga, buah, dan gagangnya, ada di subpos 0907.10, sedangkan cengkeh yang sudah dihancurkan atau digiling ada di 0907.20. Di Indonesia, kode itu dipanjangkan menjadi delapan digit, dan data perdagangan ekspor cengkeh biasanya tercatat di 0907.10.00.
Kalau Anda punya cengkeh, lada, atau kayu manis dan mulai berpikir untuk menjualnya ke luar negeri, cepat atau lambat Anda akan ditanya "HS code-nya berapa?". Pertanyaan ini sering bikin bingung, padahal logikanya sederhana. Artikel ini menjelaskan apa itu HS code, cara membacanya, kode untuk rempah yang paling sering diekspor, dan cara memastikan kode barang Anda sebelum barang dikirim.
Apa itu HS code, dan kenapa pemilik barang perlu tahu
HS code (Harmonized System) adalah sistem penomoran barang yang disusun World Customs Organization dan dipakai bea cukai di hampir semua negara. Setiap jenis barang punya nomor, sehingga petugas di Jakarta, Rotterdam, dan Busan menyebut barang yang sama dengan kode yang sama.
Bagi pemilik barang, kode ini bukan sekadar isian formulir. Dari kode itulah ditentukan dokumen apa yang dibutuhkan, apakah barang termasuk yang dibatasi ekspornya, dan bagaimana pembeli di negara tujuan menghitung bea masuknya. Kode juga dicantumkan di PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), dokumen kepabeanan yang wajib diajukan sebelum barang dimuat. Kalau kodenya keliru, dokumen perlu diperbaiki, dan barang menunggu di pelabuhan selama perbaikan berjalan.
Cara membaca kode: 4, 6, lalu 8 digit
HS code dibaca dari kiri ke kanan, makin panjang makin rinci. Ambil cengkeh sebagai contoh:
- 09 adalah bab (chapter): kopi, teh, dan rempah-rempah.
- 0907 adalah pos: cengkeh, berupa buah utuh, bunga, dan gagang.
- 0907.10 adalah subpos: cengkeh yang tidak dihancurkan maupun digiling. Enam digit pertama ini sama di semua negara pengguna HS.
- 0907.10.00 adalah pos tarif delapan digit versi Indonesia. Dua digit terakhir ditambahkan oleh masing-masing negara atau kawasan, jadi bisa berbeda di negara pembeli.
Di Indonesia, kode delapan digit ini tercantum di Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Edisi 2022 ditetapkan lewat PMK 26/PMK.010/2022 dan berlaku sejak 1 April 2022, memuat 11.414 pos tarif. Buku ini bisa diperbarui, jadi untuk keperluan dokumen selalu pakai versi yang berlaku saat barang dikirim.
Pos HS rempah yang paling sering ditanyakan
Sebagian besar rempah Indonesia berkumpul di bab 09. Berikut pos empat digitnya menurut HS 2022:
- 0904: lada dari genus Piper, termasuk lada putih dan lada hitam. Lada utuh di subpos 0904.11, lada yang dihancurkan atau digiling di 0904.12.
- 0905: vanili.
- 0906: kayu manis dan bunga pohon kayu manis.
- 0907: cengkeh. Utuh di 0907.10, dihancurkan atau digiling di 0907.20.
- 0908: pala, fuli, dan kapulaga.
- 0910: jahe, kunyit, safron, timi, daun laurel, kari, dan rempah lain yang tidak disebut di pos sebelumnya.
- 0901: kopi, baik mentah maupun sangrai, juga ada di bab yang sama.
Ada satu yang sering salah tebak: minyak nilam. Walaupun berasal dari tanaman, minyak nilam tidak masuk bab 09. Ia tergolong minyak atsiri di pos 3301, tepatnya subpos 3301.29 untuk minyak atsiri selain jenis jeruk dan mint. Jadi kalau Anda mencari "hs code minyak nilam" di daftar rempah, Anda tidak akan menemukannya.
Untuk lada putih, perhatikan bahwa lada putih dan lada hitam utuh berada di subpos enam digit yang sama, 0904.11. Pembedaan warna, kalau ada, muncul di digit nasional. Itu sebabnya angka delapan digitnya perlu dicek langsung di BTKI, bukan ditebak dari kode negara lain.
Bentuk barang menentukan kode
Kesalahan yang paling sering bukan salah memilih jenis rempah, melainkan salah membaca bentuk barang. Hampir setiap pos rempah dibelah dua: utuh, atau sudah dihancurkan dan digiling. Cengkeh kering dalam karung masuk 0907.10. Begitu cengkeh yang sama digiling menjadi bubuk, kodenya pindah ke 0907.20.
Hal yang sama berlaku untuk barang olahan lebih jauh. Rempah yang dicampur menjadi bumbu siap pakai, diekstrak, atau disuling bisa keluar dari bab 09 sama sekali, seperti minyak nilam tadi. Jadi sebelum mencari kode, tuliskan dulu barang Anda apa adanya: jenis rempah, utuh atau bubuk, sudah dicampur atau belum, dan dikemas seperti apa. Deskripsi yang jujur dan rinci membuat kodenya jauh lebih mudah ditentukan.
Contoh: seorang pengepul di Maluku menyiapkan dua barang, cengkeh kering utuh dan sebagian kecil cengkeh yang sudah digiling untuk pembeli lain. Walaupun sama-sama cengkeh, keduanya ditulis sebagai dua barang di dokumen dengan dua kode berbeda.
Tempat mengecek kode dan ketentuannya
Ada dua sumber resmi yang bisa Anda pakai:
- BTKI, yang ditetapkan lewat peraturan Menteri Keuangan. Unduh dari situs resmi pemerintah, jangan dari berkas yang beredar di grup, karena salinan tidak resmi bisa sudah usang.
- Portal INSW (Indonesia National Single Window). Di sana Anda bisa mencari pos tarif dan melihat ketentuan ekspor maupun impor yang melekat pada kode tersebut, termasuk apakah barang termasuk larangan dan pembatasan (lartas).
Situs data dagang swasta berguna untuk melihat kode apa yang dipakai eksportir lain, tetapi jangan dijadikan satu-satunya dasar. Yang mengikat adalah BTKI dan ketentuan yang berlaku.
Kalau Anda ekspor lewat IDB
Kalau barang Anda dikirim lewat IDB, baik dibeli IDB lalu kami ekspor maupun dikirim atas nama IDB, pemastian pos tarif termasuk tahap yang kami kerjakan sebelum barang bergerak. Kami mencocokkan deskripsi barang dengan pos tarifnya, memeriksa ketentuan yang melekat, lalu menyiapkan PEB, surat keterangan asal, dan karantina bila diperlukan. Tugas Anda cukup menjelaskan barangnya dengan jelas. Daftar dokumen yang biasa disiapkan untuk kiriman pertama ada di artikel dokumen wajib sebelum ekspor pertama.
Untuk lada, kode yang tepat juga sejalan dengan mutu yang ditawarkan. Penjelasan soal mutu lada yang biasa diminta pembeli ada di artikel standar mutu lada untuk ekspor.
Pertanyaan yang sering muncul
HS code cengkeh kering berapa? Cengkeh kering utuh masuk subpos 0907.10. Di Indonesia, data ekspornya tercatat di pos tarif 0907.10.00. Cengkeh bubuk masuk 0907.20.
HS code lada putih berapa? Lada putih utuh masuk subpos 0904.11, sama dengan lada hitam utuh. Digit nasionalnya dicek di BTKI atau INSW.
Apakah saya harus menentukan HS code sendiri? Kalau Anda mengekspor atas nama sendiri, ya, karena kode itu masuk ke PEB atas nama Anda. Kalau barang dikirim lewat IDB, kami yang memastikannya bersama dokumen lainnya.
Sebutkan barang Anda, kami cek jalurnya
IDB bisa membantu Anda menjual rempah ke luar negeri, dengan membeli barang Anda langsung atau mengirimkannya atas nama IDB, termasuk memastikan pos tarif dan dokumen ekspornya. Sebutkan jenis barang, bentuknya (utuh atau bubuk), perkiraan jumlah, dan lokasi barang lewat WhatsApp 081776744062 atau formulir di halaman ekspor lewat IDB. Dari situ kami bisa memeriksa kodenya dan jalur ekspor yang paling masuk akal untuk barang Anda.