Perusahaan dagang ekspor dan impor komoditas Indonesia Sejak 2022 sales@dwimexindo.comEN English
Imexindo Dua BersaudaraExport & Import Trading Minta penawaran
Komoditas
Semua komoditasKapuk RanduBriket KelapaMinyak KelapaKelapa ButirKerupuk IkanSabut KelapaSerbuk Sabut KelapaRumput LautMinyak NilamLada PutihLada HitamCengkehPalaKayu ManisJaheKunyitKopiBiji KakaoVanili BasahKemiriKapulaga
Ekspor01 · Kontak pertama02 · Kelengkapan data03 · Penawaran dan negosiasi harga04 · Kontrak dan pembayaran05 · Izin dan dokumen ekspor06 · Muat dan berlayarImpor01 · Kontak pertama02 · Kelengkapan data03 · Penawaran dan negosiasi harga04 · Kontrak dan pembayaran05 · Izin LARTAS dan penebusan06 · Tiba dan keluar pelabuhanCara KerjaWawasanProsedur · Cara ekspor barang ke luar negeri kalau Anda belum punya izin eksporMutu · Biji kopi untuk ekspor: informasi yang perlu disiapkan sebelum meminta penawaranMutu · Menyiapkan permintaan penawaran kapuk untuk pembeliMutu · Biji kakao untuk ekspor: informasi mutu yang perlu disiapkan pembeliMutu · Tepung tapioka untuk ekspor: informasi spesifikasi yang perlu disiapkan pembeliMutu · Pala untuk ekspor: informasi mutu yang perlu disiapkan pembeliMutu · Minyak nilam untuk ekspor: informasi spesifikasi yang perlu disiapkan pembeliMutu · Serat kelapa untuk ekspor: informasi yang perlu disiapkan pembeliMutu · Kerupuk ikan untuk ekspor: informasi produk yang perlu disiapkan pembeliMutu · Kunyit Indonesia untuk ekspor: informasi mutu yang perlu disiapkan pembeliMutu · Cengkeh kering untuk ekspor: informasi mutu yang perlu disiapkan pembeliMutu · Jahe segar atau kering: siapkan permintaan penawaran eksporMutu · Vanili basah untuk ekspor: kondisi polong dan pemeriksaan sampelKontrak · Memilih pemasok komoditas Indonesia: yang perlu diperiksa sebelum transfer pertamaMutu · Briket arang kelapa: spesifikasi yang selalu ditanya pembeli luarMutu · Kemiri untuk ekspor: mutu, pengeringan, dan pasar tujuannyaKontrak · Apa itu Incoterms, dan sebelas istilah yang perlu dikenaliMutu · Kapulaga untuk ekspor: jenis, mutu, dan yang ditanyakan pembeliPasar · Indonesia produsen lada putih nomor berapa di duniaProsedur · Dokumen yang wajib disiapkan sebelum ekspor pertamaKontrak · FOB dan CIF: arti, perbedaan, dan pilihan untuk eksportir baruMutu · Standar mutu lada untuk pasar eksporLogistik · Menghitung muatan satu kontainer tanpa salah hitungTentang Hubungi kami Minta penawaran EN English

Prosedur

Cara ekspor barang ke luar negeri kalau Anda belum punya izin ekspor

9 Oktober 20267 menitDitulis tim IDB

Belum punya izin ekspor bukan berarti barang Anda tidak bisa dijual ke luar negeri. Ada dua jalur lewat IDB: barang dibeli putus, atau dikirim atas nama IDB.

Karung goni berisi cengkeh kering di atas timbangan lantai, berjajar dengan karung lain di atas palet kayu dalam gudang desa
Karung goni berisi cengkeh kering di atas timbangan lantai, berjajar dengan karung lain di atas palet kayu dalam gudang desa

Banyak pemilik barang di Indonesia sebenarnya sudah punya yang dicari pembeli luar negeri: cengkeh kering dari kebun sendiri, kapuk dari pengepul di desa, kopi yang sudah disortir rapi. Yang belum ada biasanya bukan barangnya, melainkan kelengkapan untuk mengirimnya. Belum punya nomor induk kepabeanan, belum pernah mengurus Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB, laporan resmi ke Bea Cukai bahwa barang akan keluar dari Indonesia), dan belum kenal satu pun pembeli di seberang.

Kondisi itu tidak otomatis menutup jalan. Anda bisa menjual ke luar negeri lewat perusahaan dagang yang sudah memegang izin dan terbiasa mengurus dokumen ekspor. Di IDB (PT Imexindo Dua Bersaudara) ada dua cara yang bisa dipilih. Bedanya ada di dua hal: siapa pemilik barang selama perjalanan, dan kapan Anda menerima uangnya.

Kenapa izin ekspor sendiri tidak selalu jadi syarat

Ekspor memang membutuhkan identitas usaha dan akses ke sistem kepabeanan. Daftar lengkapnya kami bahas di artikel dokumen yang wajib disiapkan sebelum ekspor pertama. Tapi berkas-berkas itu melekat pada pihak yang tercatat sebagai eksportir, bukan pada orang yang menanam atau mengumpulkan barangnya. Kalau kontrak dagang dan dokumen kepabeanan berjalan atas nama IDB, perusahaan Anda tidak harus memiliki nomor induk kepabeanan sendiri.

Ini bukan jalan pintas yang melompati aturan. Izin dan dokumen tetap diurus lengkap, hanya saja atas nama pihak yang memang memegangnya. Barang yang dilarang tetap tidak bisa dikirim. Barang yang masuk daftar larangan dan pembatasan (sering disingkat LARTAS) tetap butuh izin dari kementerian terkait, dan izin itu diurus sebelum barang bergerak, bukan setelah tertahan di pelabuhan.

Kalau suatu saat Anda ingin kontrak berjalan atas nama perusahaan sendiri, data seperti akta, NIB, dan NPWP baru diminta di tahap kelengkapan data. Untuk memulai percakapan, semua itu belum diperlukan.

Cara pertama: barang Anda dibeli IDB

Pada cara ini IDB membeli barang Anda dengan harga yang disepakati di awal. Setelah itu barang menjadi milik IDB, dan urusan pengiriman ke luar negeri ikut berpindah, termasuk risiko pelayaran dan kemungkinan pembeli di sana menolak barang.

Yang paling terasa bagi pemilik barang adalah kepastian. Pembayaran mengikuti kesepakatan, tidak menunggu barang laku di negara tujuan, dan harga yang sudah disepakati tidak ikut bergerak bersama pasar sesudahnya. Kelompok tani yang butuh modal untuk musim berikutnya, misalnya, biasanya lebih tenang dengan cara ini karena uangnya bisa segera diputar.

Konsekuensinya juga jelas. Kalau harga di luar negeri naik setelah kesepakatan, selisih itu bukan lagi bagian Anda.

Cara kedua: dikirim atas nama IDB, barang tetap milik Anda

Cara kedua cocok untuk Anda yang ingin memegang barang sampai benar-benar terjual. Kontrak dengan pembeli, dokumen ekspor, dan kepabeanan berjalan atas nama IDB, sementara kepemilikan barang tetap pada Anda. IDB memperoleh selisih yang disepakati di awal, dan selisih itu hanya ada kalau transaksinya terjadi.

Hasil penjualan bisa lebih besar ketika harga pasar sedang baik. Sebaliknya, uang Anda terikat lebih lama, karena pembayaran baru mengalir setelah barang terjual ke pembeli di luar negeri. Sampaikan pilihan ini sejak kontak pertama supaya bentuk kontraknya disusun sesuai kebutuhan Anda.

Kalau masih bingung memilih, patokan sederhananya begini:

  • Butuh perputaran modal cepat dan tidak mau menanggung risiko pelayaran: barang dibeli IDB.
  • Baru memulai ekspor, ingin tetap memiliki barang, dan sanggup menunggu pembayaran: dikirim atas nama IDB.
  • Belum yakin: ceritakan kondisi modal Anda, pilihannya bisa dibahas setelah barangnya diperiksa.

Tiga hal yang diperiksa sebelum ada kesepakatan

Apa pun caranya, IDB memeriksa tiga hal lebih dulu. Urutan ini sengaja dibuat supaya tidak ada pihak yang keluar biaya untuk pengiriman yang sejak awal tidak layak. Hasilnya disampaikan terbuka, termasuk kalau barang Anda ternyata belum siap dikirim.

  • Ketersediaan pasar: apakah barang sejenis punya pembeli di negara tujuan, dan di kisaran harga berapa barang itu diperdagangkan di sana.
  • Kesesuaian mutu: kadar air, kotoran, dan sortasi dibandingkan dengan syarat yang biasa diminta pembeli di pasar itu.
  • Kelayakan volume: muatan dihitung per kontainer. Volume yang tidak sampai satu kontainer membuat biaya per kilogram naik, dan ini disampaikan sejak awal.

Poin terakhir sering mengejutkan pemilik barang yang baru mulai. Untuk rempah, hitungannya biasanya dimulai dari satu kontainer 20 kaki, walaupun sebagian pembeli mau menerima muatan gabungan. Barang ringan seperti kapuk lain lagi: yang membatasi adalah ruang, bukan berat. Cara menghitungnya ada di artikel menghitung muatan satu kontainer.

Barang Anda belum cukup untuk satu kontainer? Tidak perlu menunggu semuanya terkumpul. Sebutkan berapa yang ada sekarang dan berapa yang bisa dikumpulkan tiap bulan, supaya kelayakannya bisa dinilai dari awal.

Urutan dari pesan pertama sampai barang berlayar

Alurnya sama untuk semua barang, terbagi ke enam tahap. Untuk barang yang stoknya siap dan izinnya tidak bermasalah, perkiraan totalnya sekitar 40 hari kerja. Yang paling menentukan biasanya bukan lamanya pelayaran, melainkan seberapa cepat data barang lengkap.

  • Kontak pertama: jenis barang, perkiraan volume, dan negara tujuan kalau sudah ada.
  • Kelengkapan data: spesifikasi, foto atau contoh barang, dan target waktu.
  • Penawaran dan negosiasi harga sampai titik serah yang disepakati.
  • Kontrak tertulis yang memuat mutu, jadwal, tanggung jawab, dan cara pembayaran.
  • Izin dan dokumen ekspor: PEB, sertifikat asal, dan sertifikat karantina terbit sebelum barang dikirim.
  • Muat dan berlayar: mutu diperiksa sebelum masuk kontainer, kontainer disegel, lalu posisi barang dikabarkan sampai tiba.

Rincian tiap tahap, termasuk data apa saja yang diminta, bisa Anda baca di halaman cara kerja IDB.

Yang bisa Anda siapkan dari sekarang

Anda tidak perlu menunggu punya PT atau izin apa pun untuk mulai bertanya. Yang paling membantu justru keterangan sederhana tentang barangnya:

  • Nama barang dan bentuknya, misalnya cengkeh kering utuh, kapuk bersih, atau kapuk gelondongan.
  • Jumlah yang ada sekarang dan perkiraan pasokan per bulan.
  • Lokasi barang, minimal kabupaten dan provinsi, karena ini memengaruhi rute ke pelabuhan.
  • Foto barang apa adanya, ditambah catatan cara pengeringan atau sortasi kalau ada.
  • Cara jual yang Anda condongi: dibeli IDB atau dikirim atas nama IDB.

Kalau Anda sudah punya calon pembeli di luar negeri, sebutkan juga. Kalau belum, tidak masalah, karena pemeriksaan pasar memang termasuk langkah pertama.

Mulai dari barang yang Anda punya

IDB bisa membantu Anda menjual barang ke luar negeri, baik dengan membeli barang Anda langsung maupun dengan mengirimkannya atas nama IDB. Pada kedua cara itu, izin, PEB, sertifikat asal, dan karantina diurus sebelum barang bergerak. Ceritakan barang Anda, perkiraan jumlahnya, dan lokasinya lewat WhatsApp 081776744062 atau formulir di halaman ekspor lewat IDB. Dari situ pasar, mutu, dan volumenya diperiksa, lalu Anda mendapat gambaran jalur yang paling masuk akal untuk barang tersebut.

Mulai sekarang

Sampaikan kebutuhan Anda

Cukup sampaikan tiga hal: jenis barang, perkiraan volume, dan negara asal atau tujuan. Kami membalas pada hari kerja yang sama.

PDFCompany profileProfil perusahaan dan daftar komoditas WAWhatsApp tim kamiUntuk pertanyaan singkat

Data Anda hanya dipakai untuk menghubungi balik dan tidak dibagikan ke pihak ketiga.

Hubungi lewat WhatsApp
WhatsApp